Selama April 2021, Jatim Alami 69 Kali Gempa Bumi | Sumenep TIMES

Selama April 2021, Jatim Alami 69 Kali Gempa Bumi

May 01, 2021 20:10
Rumah warga di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo yang alami kerusakan berat akibat gempa bumi 6,1 magnitudo (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Rumah warga di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo yang alami kerusakan berat akibat gempa bumi 6,1 magnitudo (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Karangkates, Kabupaten Malang mencatat telah terjadi gempa sebanyak 69 kali di Jawa Timur (Jatim) selama bulan April 2021.

Kepala BMKG Stasiun Karangkates, Mamuri menjelaskan, bahwa dari beberapa kejadian gempa itu, kekuatan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 69 km terjadi sebanyak 60 kali. Sementara, gempa bumi menengah terjadi sebanyak 9 kali.

Baca Juga : Lagi, Bangunan di Pinggir Sungai Kota Malang Longsor, Dua Korban Alami Luka-Luka

 

“Magnitudo terkecil tercatat 2,1 skala richter (SR) dan terbesar 6,7 SR yang sempat mengakibatkan kerusakan di beberapa wilayah di Kabupaten Malang 10 April (2021) lalu,” terang Mamuri, Sabtu (1/5/2021).

Dari sekian jumlah gempa bumi yang terjadi sepanjang bulan April itu, Mamuri menegaskan bahwa titik pusat gempa bumi terbesar di beberapa wilayah Pulau Jawa. 

“Jadi rinciannya 62 gempa bumi terjadi di laut dan 7 kejadian gempa bumi terjadi di darat,” terangnya.

Disinggung mengenai bencana gempa bumi yang terjadi 10 April 2021 lalu, Mamuri menerangkan bahwa pusat kekuatan gempa ada di laut. Hal itu akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

“Kalau gempa bumi dangkal yang terjadi di darat merupakan akibat dari percakapan patahan lokal di daerah tersebut,” kata Mamuri.

Bahkan, Mamuri menegaskan jika peristiwa gempa bumi yang membuat sejumlah fasilitas publik dan rumah warga di Kabupaten Malang itu adalah peristiwa terbesar dari sekian gempa bumi yang terjadi sebelumnya.

Baca Juga : Forkopimda Saring Ketat PMI Masuk Jatim di Bandara Juanda

 

“Tapi tahun 2019 lalu juga pernah terjadi gempa bumi cukup besar. Meski tidak mengakibatkan kerusakan. Yakni magnitudo 5,6 SR,” terangnya.

Dari informasi yang diterima media ini, gempa bumi di Malang Selatan serta mengakibatkan kerusakan sempat terjadi pada 15 Agustus 1896 silam. Kala itu, gempa bumi terjadi dalam skala intensitas VI MMI ini menyebabkan banyak rumah rusak di Malang Selatan hingga Wlingi, Kabupaten Blitar. Bahkan guncangan gempa dirasakan hingga daerah Probolinggo.

Gempa juga sempat terjadi di Malang pada 20 November 1958. Guncangan kala itu mencapai skala VII-VIII MMI. Dan gempa itu membuat rumah banyak yang rusak hingga tanah terbelah.

Topik
Gempa Bumi Gempa Bumi di Jatim frekuensi gempa bumi BMKG Karangkates

Berita Lainnya