Lewat Ngedum Ojir, Unisma dan Ansor Bagi HP ke Yatim Piatu yang Nyaris Putus Sekolah | Sumenep TIMES

Lewat Ngedum Ojir, Unisma dan Ansor Bagi HP ke Yatim Piatu yang Nyaris Putus Sekolah

Jun 08, 2021 13:37
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)
Ngedum Ojir (YouTube JatimTIMES)

INDONESIATIMES - Program berbagi Ngedum Ojir JatimTIMES Network tak henti memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, kisah memprihatinkan sekaligus menggugah hati pada episode Ngedum Ojir datang dari Ngateni. 

Diawali dengan sambutan, Direktur JatimTIMES Network Lazuardi Firdaus yang ditemani teman-teman Ansor dan Banser Kepanjen, Tim Ngedum Ojir pun menyambangi persinggahan Ngateni di Dusun Krajan, Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Khitan Massal Warnai Hari Jadi yang Ke-103 Kota Madiun

 

Diceritakan jika Ngateni merupakan salah satu warga yang hidup dengan ekonomi sulit. Tiba di kediaman Ngateni, terlihat bangunan rumah yang kecil. 

Untuk menuju ke rumah Ngateni, Tim Ngedum Ojir harus berjalan kaki dan melewati gang-gang kecil di perkampungan. Di tembok depan rumah itu terdapat tulisan "Keluarga Pra Sejahtera Penerima Bantuan Sosial". 

Tiba di rumah itu, Tim Ngedum Ojir disambut Mbah Ngateni yang duduk di ruang tamu. Mbah Ngateni menceritakan jika ia hanya tinggal bersama cucunya. 

Ngateni mengatakan jika sang suami sudah meninggal sejak lama. Firdaus tantas bertanya bagaimana keseharian Mbah Ngateni untuk makan. 

"Disukani pemerintah niku, (Diberi pemerintah itu; red)" ujar Ngateni.

Ngateni mengatakan jika bantuan itu berupa beras. Ngateni mengatakan jika ia memiliki 7 anak. Namun, 5 anaknya sudah meninggal dunia. Ngateni pun harus tinggal bersama cucunya yang kedua orang tuanya meninggal dunia. 

Saat ini, remaja bernama Roni itu duduk di bangku SMKN di Kepanjen. Menyedihkannya, Roni tidak bisa membayar uang sekolah senilai Rp 1,5 juta. 

Sampai dia diberi surat oleh pihak sekolah. Ngateni lantas menceritakan jika rumah yang ditempati bocor saat hujan datang. 

Firdaus lalu bertanya kepada Roni kapan orang tuanya meninggal dunia. "Kalau bapak TK, kalau ibu kelas 5 SD," ujar Roni. 

Yang lebih memprihatinkan, sang nenek bahkan terpaksa meminta Roni untuk berhenti sekolah karena tidak ada uang untuk membayar. Tak lama, Firdaus meminta izin untuk melihat kondisi rumah Ngateni. 

Baca Juga : Dugaan Kekerasan Seksual, Kepala dan Pembina Sekolah SPI Kota Batu Diperiksa

 

Tampak kondisi kamar yang sangat kotor dan berantakan. Kemudian, Firdaus melihat bagian dapur yang juga terlihat kotor dan berantakan. 

Kemudian, kondisi kamar mandinya pun hanya terbuat dari batu bata dan masih beralaskan tanah. Hingga tiba waktunya, Tim Ngedum Ojir bersama Ansor Kepanjen memberikan bantuan kepada Ngateni berupa uang tunai senilai Rp 1 juta. 

“Matur suwun nggih (terima kasih ya; red),” ujar Ngateni. 

Mbah Ngateni pun lantas mendoakan Tim Ngedum Ojir dan Ansor agar selalu lancar bekerja dan banyak rezeki. Sementara, Roni diberikan sebuah smartphone untuk menunjang pendidikan selama pandemi Covid-19 dari Universitas Islam Malang (UNISMA). 

Program Ngedum Ojir tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari pembaca JatimTIMES Network untuk kemudian bisa disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Para pembaca JatimTIMES Network pun bisa menyampaikan kepeduliannya dan turut berbagi dengan mendatangi atau menghubungi kantor JatimTIMES.

Dengan program ini, diharapkan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat merasakan sedikit kebahagiaan serta memberikan inspirasi mengenai nilai-nilai kehidupan kepada pembaca setia JatimTIMES Network di mana pun berada.

Episode JatimTIMES Ngedum Ojir akan terus berlanjut untuk “Berbagi Kebahagiaan dan Mengukir Senyuman”.

Topik
ngedum ojir ngedum ojir jatim times unisma malang

Berita Lainnya