Ramai Dugaan Kekerasan Seksual, Video Lawas JEP di Kick Andy Dibanjiri Komentar Warganet | Sumenep TIMES

Ramai Dugaan Kekerasan Seksual, Video Lawas JEP di Kick Andy Dibanjiri Komentar Warganet

Jun 10, 2021 11:54
Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia, Julianto Eka Putra (Foto: YouTube Sekolah Selamat Pagi Indonesia)
Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia, Julianto Eka Putra (Foto: YouTube Sekolah Selamat Pagi Indonesia)

INDONESIATIMES - Kasus dugaan kekerasan seksual atau asusila pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia Julianto Eka Putra alias JEP hingga kini masih menjadi sorotan publik. Terbaru, warganet menyerbu video lawas Julianto di YouTube saat terduga diundang dalam program talk show di salah satu televisi nasional.

Video berdurasi 25 menit di akun YouTube Selamat Pagi Indonesia itu diunggah pada 3 Agustus 2017. Pada momentum itu, hadir pula kepala sekolah, ketua yayasan dan beberapa guru dan siswa dari SMA SPI Kota Batu.

Baca Juga : Sederet Kritik & Protes soal Rencana Pemerintah Kenakan Pajak Sembako

"Saya dengar anda berbagi pendidikan atau sekolah gratis," tanya Andy F Noya selaku host talk show Kick Andy tersebut.

"Betul," jawab Julianto.

"dimana itu," lanjut Andy.

"lokasinya di Kota Batu," ungkap Julianto. 

"Namanya apa," tanya Andy lagi. 

"SMA selamat pagi indonesia," sahut Julianto.

"Siapa yang sekolah di sana," sambung Andy.

"Kita utamakan anak-anak yatim piatu dan tidak mampu," jawab Julianto. 

Kemudian, Andy mengorek kisah hidup Julianto sebelum mendirikan SMA Selamat Pagi Indonesia. Ia mengaku sempat bekerja di bank, namun tetap nyambi jualan kripik tempe.

Julianto yang juga diketahui berprofesi sebagai trainer atau motivator itu lalu menjelaskan bagaimana konsep pendidikan di SMA Selamat Pagi Indonesia hingga sejumlah alumnus diklaim telah sukses memiliki usaha sendiri.

"Life skill (keterampilan hidup), kita mengajarkan supaya mandiri, kita bentuk karakternya sejak kelas satu. Memahami orang, kerja keras, kerja smart dan kerja cerdik," ujarnya.

Video lawas itu sontak menjadi sorotan warganet yang menyampaikan rasa penasarannya pada kolom komentar. 

Zainudin Yusuf: "Mampir kesini gara2 Habis nonton berita pelecehan 15 murid SPI yg disampaikan Komisioner KPAI bang sirait : pelaku inisial J.E".

YesHua WeHa: "baca berita hari ini, sepertinya orang ini dilaporkan oleh Komnas Anak ke Polda Jatim. Kasus eksploitasi anak muridnya."

Niniek Hartiwiyati: "Modus....,anak2 seusia SMA itu ranum2 nya, niat busuk ternyata perusak moral bangsa ....."

rachel ll: "spp gratis tp hrs ada imbalannya,parah."

Baca Juga : Cuitan Lawas Gofar Hilman Soal "Berhubungan" Kembali Viral Usai Dituding Lakukan Pelecehan Seksual

Sarah zil: "Nonton ini gara2 ada kasus asusila yg di lakukan tentang pendiri sekolah parahhh sihh ini pedopil tinggkat dewa."

de javu: "Memang benar dont judge the book from its cover. Keliatan sangat sukses berhasil, pemilik puluhan perusahaan, dermawan, seperti malaikat bagi yg tidak mampu, loving and caring....ternyata..... hanya akting semata".

Dita Wigi: "Kesini gara gara kasus kekerasan seksual pada anak didik nya, 
Gila ya"

Yunike Santy: "Gara2 brita viral SPI penasaran sm si JE..oalahh ini kahh Orangnya..!!! 
Ampuunnn dehh..psicopatt mgkin nih orang.."

Sebelumnya, 3 anak didampingi Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait telah melaporkan Julianto ke Polda Jatim, Sabtu (29/5/2021). Ia dilaporkan lantaran diduga telah melakukan tindak pidana kejahatan seksual.

“Ada lembaga/institusi pendidikan yang dikagumi di Kota Batu yakni sekolah yang berinisial SPI terdapat kasus-kasus kejahatan seksual yang dilakukan pemilik SPI,” ungkap Arist. 

Arist menambahkan, jika kejahatan seksual itu telah dilakukan berulang-ulang kali. Bahkan, korbannya mencapai 15 orang yang saat itu bersekolah di sana. 

“Mulai dari anak itu sekolah kelas 1, 2, 3 sampai lulus sekolah mengalami kejahatan itu,” imbuhnya.

Kasus yang terjadi itu tambahnya, merupakan kejahatan yang luar biasa. Bukan hanya kejahatan seksual juga terdapat kekerasan secara fisik dan verbal.

Kedoknya adalah memberikan pendidikan secara cuma-cuma, mereka dibina sesuai dengan passionnya. Sayangnya di balik kebaikannya itu ternyata para korban mengalami kekerasan seksual.

Kejadian itu berlangsung mulai tahun 2009 sampai tahun 2020 silam. Sedangkan korbannya dari beragam daerah. Yakni Madiun, Blitar, Kutai, Palu, Kudus, dan sebagainya. Sampai saat ini, dugaan kekerasan hingga eksploitasi ekonomi itu terus didalami oleh pihak berwajib. Bahkan, dari hotline yang dibuka oleh Polda Jatim dan Polres Batu sudah puluhan siswa yang telah membuat laporan sama. 

Topik
Dugaan Kekerasan Seksual Kekerasan Seksual julianto eka putra video lawas sma spi kota batu

Berita Lainnya