HMI Segel Kantor BPN, Kesal Urus Sertifikat Tanah Sering Tersendat | Sumenep TIMES

HMI Segel Kantor BPN, Kesal Urus Sertifikat Tanah Sering Tersendat

Jul 19, 2021 19:30
Puluhan Kader HMI saat segel kantor BPN Kabupaten Bangkalan (Foto: Imam/JatimTIMES)
Puluhan Kader HMI saat segel kantor BPN Kabupaten Bangkalan (Foto: Imam/JatimTIMES)

BANGKALANTIMES - Puluhan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan menilai kalau mengurus sertifikat tanah di Kantor Agraria dan Tata Ruang (ART) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan sering molor dan terbengkalai, bahkan jangka waktunya sangat lama.

Menurut Pj Ketua Umum HMI Cabang Bangkalan Muhammad Mukaffi, tersendat dan lamanya pengurusan sertifikat tanah itu berdasarkan bukti yang ia kumpulkan dari masyarakat. 

Baca Juga : Keranda Terbang dan Ketukan Pintu 'Misterius', Ini Penjelasan Praktisi Metafisika

"Banyak masyarakat yang ngurus sertifikat tanah, tapi sering molor dan terbengkalai. Bahkan ada yang ngurus dari tahun 2017, sampai sekarang belum juga selesai," ujarnya, Senin (19/7/2021).

Awalnya, puluhan Kader HMI datang ke kantor ART/BPN guna untuk gelar audensi, namun Kepala BPN tidak ada. Hal ini membuat kader HMI merasa kecewa dan akhirnya menyegel pintu kantor. Bahkan mereka mengusir seluruh pegawai BPN, karena Kepala BPN tidak ada di tempat.

Bahkan, Mukaffi sapaan lekat Pj Ketum HMI itu mengaku, segel yang mereka lakukan itu akan dibuka kalau Kepala BPN menemuinya. "Kami akan buka segel itu ketika Kepala BPN datang menemui kami. Kalau tidak terpaksa kami akan terus segel dan liburkan kantor BPN," tegasnya.

Sementara itu Kepala Subbagian (Kasubag) TU ART/BPN Aan Stiaharibowo mengatakan, memang saat ini Kepala BPN lagi tidak ada di kantor, karena lagi ada urusan di luar kota.

Selain itu, ia menuturkan bahwa saat ini sesuai dengan edaran dari Sekjen diharuskan melaksanakan WFH (Work From Home) sebanyak 75 persen dan WFO (Work From Office) sebanyak 25 persen. 

Baca Juga : Korem 083/Bdj Sediakan Vaksinasi Harian bagi Masyarakat Umum di 4 Fasyankes

"Kebetulan, hari ini pak kepala sedang WFH, dan kebetulan juga pak kepala lagi ada rapat via zoom sama pihak pusat hari ini, sehingga beliau tidak bisa ke kantor," jelasnya.

Saat ditanya terkait tuntutan HMI, kalau mengurus sertifikat tanah dinilai molor dan terbengkalai, bahkan jangka waktunya sangat lama. Pihaknya berdalih itu hanya karena pemberkasan saja.

Artinya, kata dia, kalau berkasnya lengkap prosesnya pasti akan segera selesai. Apalagi tuntutan HMI itu, lanjutnya, status tanahnya tanah wakaf. "Apalagi kalau tanah wakaf itu biayanya nol. Jadi kalau berkasnya lengkap pasti langsung segera di proses, bahkan maksimal prosesnya paling lama 2 bulan," dalihnya.

Topik
bpn bangkalan hmi cabang bangkalan penyegelan kantor bpn bangkalan berita kabupaten bangkalan

Berita Lainnya