Dhiyah Al Kalbi, Sahabat Rasulullah yang Tampan hingga Malaikat Menyerupainya | Sumenep TIMES

Dhiyah Al Kalbi, Sahabat Rasulullah yang Tampan hingga Malaikat Menyerupainya

Jul 22, 2021 08:44
Ilustrasi sahabat nabi (Ist)
Ilustrasi sahabat nabi (Ist)

MALANGTIMES - Rasulullah SAW memiliki seorang sahabat yang paling tampan pada zamannya. Pria tampan nan rupawan itu berasal dari Madinah. Nama lengkapnya Dhiyah bin Khalifah bin farwah Al Kalbi Al Qaddhai, akan tetapi penduduk Madinah lebih mengenalnya Dhiyah Al Kalbi. 

Dhiyah Al Kalbi, memiliki fisik rupawan dan sempurna, hingga membuatnya terkenal dan selalu mencuri perhatian kala muncul di keramaian. Setiap melewati Madinah, gadis di sana selalu keluar rumah untuk mencuri perhatiannya.

Baca Juga : Cetak SDM Sekaliber Ibnu Sina, UIN Malang Resmikan Bait Tahfidz Al-Quran dan Moderasi Beragama

Namun dari channel Tafakkur Fiddin, menurut Ahli Sirah, Nabi Muhammad 
merupakan pria paling tampan dari Mekkah. Sedangkan Dhiyah Al Kalbi dari Madinah dan merupakan sahabat nabi yang paling tampan.

Saat dua sahabat itu bersama-sama, seakan melihat simbol-simbol keindahan dari golongan Muhajirin dan Anshar menyatu. Siapa yang mengira di tengah gurun pasir yang panas, terdapat unsur-unsur keindahan yang patut dikagumi.

Kendati demikian, Dhiyah Al Kalbi sadar sebagai seorang muslim, bukan pada penampilan fisiknya, melainkan pada hati dan takwa. Sebab tanpa hal itu, manusia tidak bernilai dihadapan Rabb nya.

Dhiyah Al Kalbi berupaya meraih kesempurnaan amal setelah memiliki kesempurnaan fisik. Ia masuk Islam pada tahun pertama Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Ahli sejarah menulis, bahwa ia masuk dalam Islam sebelum perang Badar. Hanya saja ia tidak ikut dalam perang tersebut, dan baru terjun pada perang Uhud. 

Pada saat itu, Dhiyah ikut memanggul beratnya serangan dari kaum kafir Quraisy. Setelah itu, ia tak mau absen dalam berjihad. Bahkan setelah Rasulullah wafat, ia tetap ikut berperang dalam perang Yarmuk yang terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Setelah itu, Dhiyah kemudian menetap di Bumi Syam hingga wafat. 

Terdapat cerita lain dari Dhiyah Al Kalbi. Menurut riwayat yang shahih, malaikat Jibril kerap turun ke bumi dengan menyerupai rupa Dhiyah. Alkisah dalam perang Ahzab, setelah Rasulullah memastikan kaum musyrikin benar-benar meninggalkan Madinah, beliau pulang ke rumahnya dengan tenang. 

Baca Juga : Unisma Sembelih Puluhan Hewan Kurban, Warga Isoman Juga Dapat Bagian

Tiba-tiba Malaikat Jibril turun membawa perintah dari langit untuk menghukum Kaum Yahudi Bani Quraizhah. Aisyah kemudian bertanya kepada Rasulullah, "siapakah yang berbicara dengan anda tadi ?". Kemudian Rasulullah menjawab, "kamu bisa melihatnya". Aisyah mengiyakan.

Rasulullah kembali bertanya, "mirip siapakah orang yang kamu lihat tadi ?"
Asiyah menjawab, "ia mirip Dhiyah Al Kalbi". Rasulullah kemudian menejelaskan siapa sebenarnya yang berbicara dengannya. Rasulullah menjelaskan jika sebenarnya pria tersebut merupakan Malaikat Jibril yang membawa perintah agar Rasulullah segera berangkat ke perkampungan Bani Quraizhah.

Salah satu misi penting yang pernah diemban Dhiyah Al Kalbi, adalah membawa surat nabi kepada raja Heracles. Di penghujung tahun 6 Hijriah, Rasulullah mengirimkan surat kepada para raja di Jazirah Arab. Nabi memilih sahabat tertentu sebagai duta yang akan menyampaikan pesan tersebut. 

Salah satunya merupakan Dhiyah Al Kalbi. Ia dipilih karena ia cerdas dan tampan. Bangsa Romawi kala itu sangat menyukai keindahan. Hal ini terlihat dari karya seni bangunan Romawi yang artistik. Saat itu secara tersirat, Rasulullah ingin menunjukkan jika Islam indah dan mengesankan.

Topik
Rasulullah SAW Sahabat Rasulullah Malaikat Jibril dhiyah al kalbi

Berita Lainnya