JATIMTIMES – Bulan Ramadan dimanfaatkan oleh MTsN 2 Kota Malang untuk menggerakkan tradisi berbagi di lingkungan madrasah. Melalui pengumpulan dan penyaluran zakat serta kegiatan berbagi takjil, madrasah ini menyalurkan bantuan kepada siswa kurang mampu, warga sekitar, hingga pekerja bangunan yang berada di lingkungan sekolah.
Program pengumpulan zakat berlangsung selama sepekan, mulai 3 hingga 10 Maret 2026. Setelah proses pengumpulan selesai, zakat kemudian disalurkan pada 11 Maret 2026 kepada sejumlah penerima yang membutuhkan.
Baca Juga : Dispendik dan MKKS SMPN Kabupaten Malang Gelar Bimtek Sukses TKA 2026
Bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada siswa MTsN 2 Kota Malang yang berasal dari keluarga kurang mampu. Madrasah juga menyalurkannya kepada warga sekitar, panti asuhan terdekat, para pekerja bangunan yang sedang bekerja di lingkungan madrasah, serta beberapa karyawan yang membutuhkan dukungan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menghadirkan praktik nyata kepedulian sosial di lingkungan pendidikan. Zakat yang terkumpul dari warga madrasah kemudian dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kepala MTsN 2 Kota Malang, Mokhamad Amin Tohari S.Ag., M.Pd.I., mengatakan bahwa kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat tidak sekadar menjadi agenda rutin Ramadhan. Baginya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran sosial bagi para siswa. “Melalui kegiatan zakat ini siswa belajar memahami bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual saja. Ada dimensi sosial yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Amin Tohari.
Menurutnya, pengenalan zakat, infak, dan sedekah sejak dini penting untuk membentuk karakter siswa. Dengan memahami praktik berbagi secara langsung, para siswa diharapkan tumbuh dengan kepekaan sosial yang lebih kuat.
Selain program zakat, madrasah juga menggelar kegiatan berbagi takjil bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026.
Ratusan paket takjil dibagikan di lima titik yang cukup ramai di wilayah Malang. Di antaranya Jalan Kembar, kawasan Perumahan Bulan Terang Utama, Pom Bensin Bamban di Pakis, wilayah Asrikaton Pakis, serta perempatan Kampung Cemorokandang.
Pembagian takjil itu melibatkan panitia Pondok Ramadhan, mahasiswa AM, serta perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS. Mereka turun langsung ke jalan membagikan paket berbuka kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu maghrib.
Di beberapa titik, pengendara motor, sopir angkutan, hingga warga sekitar tampak menerima takjil dengan antusias. Aktivitas singkat menjelang berbuka itu menjadi pemandangan yang akrab selama Ramadhan di berbagai sudut kota.
Ketua panitia kegiatan, Arif Bachtiar M.Ag., mengatakan bahwa berbagi makanan untuk berbuka puasa merupakan amalan yang memiliki nilai besar dalam tradisi Islam. “Memberi makan orang yang berpuasa untuk berbuka adalah amalan yang dianjurkan. Bahkan dalam banyak hadis disebutkan bahwa orang yang memberi makan berbuka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka,” ujar Arif.
Ia berharap kegiatan berbagi takjil tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan berbagi di kalangan siswa.
Menurutnya, Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk melatih empati sosial. Ketika siswa terlibat langsung dalam kegiatan berbagi, mereka dapat melihat secara nyata bagaimana kepedulian terhadap sesama diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik aktivitas itu, para siswa belajar satu hal penting. Bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kadang ia hadir di jalan raya ketika takjil dibagikan, atau di halaman madrasah ketika zakat disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
