JATIMTIMES - Aliran sungai di sekitar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang tidak hanya membawa air, tetapi juga semangat kebersamaan. Sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, Senin, (13/4/2026), puluhan murid, guru, tenaga kependidikan, hingga pemuda kampung setempat telah berkumpul. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: membersihkan sungai sekaligus merawat kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Suasana terasa hidup. Tangan-tangan kecil para murid tak ragu memungut sampah yang tersangkut di bebatuan. Di sisi lain, guru dan warga saling bahu-membahu mengangkat material yang menghambat aliran air. Tidak ada sekat di antara mereka. Yang terlihat hanyalah kerja sama yang mengalir alami, seirama dengan derasnya air sungai.

Kegiatan yang digagas Tim Adiwiyata MTsN 2 Kota Malang ini bukan sekadar agenda rutin. Ia menjelma menjadi ruang belajar terbuka. Para murid tidak hanya memahami teori tentang lingkungan dari dalam kelas, tetapi juga menyentuh langsung realitas di lapangan. Mereka belajar bahwa menjaga alam bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang harus dilakukan bersama.
Baca Juga : Tata Tertib UTBK 2026 Lengkap: Dokumen Wajib, Aturan Terlambat, hingga Sanksi Pelanggaran
Di tengah aktivitas tersebut, Kepala MTsN 2 Kota Malang Mokhamad Amin Tohari SAg MPdI menegaskan bahwa langkah kecil seperti ini memiliki makna besar bagi masa depan. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan hijau adalah fondasi penting dalam proses belajar. Ketika suasana tenang dan nyaman tercipta, murid akan lebih mudah berkembang, baik secara akademik maupun emosional,” tuturnya.

Konsep clean, green, and peaceful yang menjadi identitas madrasah tidak berhenti pada slogan. Ia hadir dalam wujud nyata. Lingkungan yang tertata, pepohonan yang rindang, serta aktivitas kolektif seperti bersih sungai menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang utuh.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga memperlihatkan bagaimana madrasah mampu membangun jembatan dengan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah di sungai, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong yang kian penting di tengah kehidupan modern.
Dari tepi sungai sederhana itu, MTsN 2 Kota Malang sedang menanam sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar kebersihan. Ia menanam kesadaran, kepedulian, dan harapan tentang masa depan yang lebih hijau.
