Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Wisuda Spesial STIE Malangkuçeçwara, 86 Lulusan Dikukuhkan di Momen 55 Tahun Kampus

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

18 - Apr - 2026, 19:11

Placeholder
Rapat Senat Terbuka STIE Malangkucecwara dalam rangka wisuda Sarjana dan Pascasarjana Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sebanyak 86 lulusan resmi dikukuhkan dalam wisuda semester gasal tahun  akademik 2025/2026 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkuçeçwara, Sabtu, (18/7/2026). Momen ini tidak hanya menandai kelulusan mahasiswa, tetapi juga bertepatan dengan peringatan 55 tahun berdirinya kampus tersebut, menjadikannya salah satu wisuda dengan nuansa berbeda dibanding periode sebelumnya.

Wakil Ketua III STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman Ak., MM., CA., menjelaskan bahwa jumlah wisudawan kali ini memang tidak sebanyak biasanya, namun memiliki karakteristik yang menonjol. “Wisuda semester gasal ini memang spesial karena wisudawannya juga spesial. Ada yang lulus dalam 3,5 tahun dan itu jumlahnya tidak banyak karena tingkat persaingan yang cukup ketat,” ujarnya.

Baca Juga : Daftar Barang Wajib Dibawa Saat UTBK-SNBT 2026, Jangan Sampai Ditolak Masuk! 

Dari total 86 lulusan, mereka berasal dari tiga program studi, yakni S1 Akuntansi, S1 Manajemen, serta S2 Manajemen. Kadarusman mengungkapkan, pada jenjang magister bahkan terdapat mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi hanya dalam tiga semester, meski sebagian lainnya menempuh waktu lebih panjang.

2

Fenomena kelulusan cepat ini, menurutnya, tidak lepas dari faktor internal mahasiswa. Ia menekankan bahwa komitmen dan motivasi menjadi kunci utama. “Untuk bisa lulus cepat, mahasiswa harus punya effort luar biasa. Tugas selama kuliah cukup banyak dan seringkali menguras waktu. Jadi yang berhasil biasanya mereka yang punya kemauan kuat dan komitmen tinggi,” jelasnya.

Data awal yang dihimpun kampus juga menunjukkan sekitar 34,7 persen atau hampir 38 persen lulusan telah terserap di dunia kerja saat momen wisuda berlangsung. Artinya, dari total wisudawan, sekitar 30 orang sudah bekerja di berbagai sektor. Tracer study lanjutan akan dilakukan pada bulan ketiga dan keenam untuk memetakan lebih rinci, termasuk kategori wirausaha dan studi lanjut.

Selain penguatan hard skill dan soft skill, pihak kampus juga membekali mahasiswa dengan kompetensi tambahan. Salah satunya melalui pelatihan brevet serta penguatan sistem pembelajaran berbasis Kortek yang dinilai mampu meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.

“Secara hard skill dan soft skill kami sudah memberikan yang terbaik. Namun persaingan di luar sangat tinggi, sehingga alumni perlu terus menambah keterampilan. Kami juga memfasilitasi itu melalui berbagai program tambahan,” tegas Kadarusman.

1

Salah satu lulusan terbaik, Arsyelia Gantari dari Program Studi Manajemen, menjadi contoh konkret keberhasilan strategi tersebut. Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,94. Arsyelia mengungkapkan bahwa percepatan studinya didukung oleh strategi pengambilan SKS yang optimal serta keberaniannya mengambil beban ganda di semester akhir.

“Saya di semester tujuh mengambil internship sekaligus skripsi. Itu memang extra effort, tapi sangat membantu untuk lulus lebih cepat,” ungkapnya.

Arsyelia menjalani program magang di PT Alpha, perusahaan holding outsourcing. Ia menilai pengalaman tersebut sangat berpengaruh terhadap penyelesaian studinya. Bahkan, masa magangnya sempat diperpanjang oleh perusahaan sebelum akhirnya ia menyelesaikan kewajiban akademiknya.

Baca Juga : Gubes FMIPA UB dan Tim Hadirkan CRICap, Aplikasi Penganalisis Risiko Kredit Sejak Awal

Dalam skripsinya, Arsyelia mengangkat isu green accounting dengan fokus pada penerapan prinsip reduce, reuse, recycle terhadap efisiensi biaya dan keberlanjutan usaha di PT Semen Indonesia. Tema tersebut dinilai relevan dengan tren bisnis berkelanjutan yang semakin berkembang.

Tidak hanya itu, pengalaman akademiknya juga diperkaya melalui program internasional berbasis daring, yakni Coursera. Program ini memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan dari universitas luar negeri dan mendapatkan sertifikat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan profesional.

Kadarusman menambahkan, bahwa Coursera merupakan hasil kerja sama global antarperguruan tinggi dan institusi internasional. “Mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman belajar dari luar kampus, membandingkan metode pembelajaran, serta memperkaya wawasan mereka,” jelasnya.

Arselia mengakui, metode pembelajaran di platform tersebut memberikan pengalaman berbeda. “Di sana, setiap materi langsung disertai study case, jadi lebih mudah dipahami. Ujiannya juga modular, hampir setiap bab ada evaluasi,” katanya.

Program ini juga memungkinkan konversi nilai ke dalam sistem akademik kampus, sehingga mahasiswa tetap dapat memenuhi kewajiban SKS tanpa harus mengikuti perkuliahan konvensional di kelas yang sama.

Dengan berbagai inovasi pembelajaran, percepatan studi, serta keterhubungan dengan dunia industri, wisuda kali ini mencerminkan upaya STIE Malangkuçeçwara dalam mencetak lulusan yang adaptif dan kompetitif di tengah dinamika pasar kerja yang semakin ketat.


Topik

Pendidikan STIE Malangkuçeçwara



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan