JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar kegiatan Evaluasi Percepatan Pembentukan dan Pengaktifan Kembali Desa Tangguh Bencana (Destana) yang berlangsung pada Jumat 22 Mei 2026 di Posko Relawan Siaga Bencana BPBD Kabupaten Jember.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur BPBD Kabupaten Jember, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, serta seluruh camat se-Kabupaten Jember. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Jember.
Baca Juga : Menakar Ulang Fungsi CSR: Bergerak dari Karitatif Menuju Investasi Sumber Daya Manusia
Kegiatan dimulai pukul 19.30 WIB dengan pemaparan data kejadian bencana tahun 2026 serta potensi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Dalam sesi tersebut juga dibahas mengenai standar operasional prosedur (SOP) dan alur pelaporan kebencanaan di tingkat desa dan kecamatan.
Selanjutnya, peserta melakukan evaluasi percepatan pembentukan dan pengaktifan kembali Destana di masing-masing wilayah. DPMD Kabupaten Jember turut memaparkan alokasi penggunaan Dana Desa yang dapat mendukung penyelenggaraan program Destana sebagai bagian dari penguatan ketahanan masyarakat.
Berdasarkan hasil rapat, terdapat sejumlah kesepakatan penting yang akan segera ditindaklanjuti. Di antaranya seluruh kecamatan diminta memahami alur dan tahapan pembentukan Destana, termasuk mekanisme pendanaan program kebencanaan di tingkat desa.
Selain itu, BPBD Kabupaten Jember menetapkan batas waktu pengumpulan surat keputusan (SK) Destana, susunan kepengurusan, peta desa, dan peta jalur evakuasi paling lambat 29 Juni 2026. Pembaruan data seluruh Destana di Kabupaten Jember juga akan dilakukan, baik desa yang sudah terbentuk maupun yang belum memiliki Destana.
BPBD Kabupaten Jember juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara bertahap guna memastikan proses pembentukan dan pengaktifan kembali Destana berjalan sesuai target.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menegaskan bahwa keberadaan Destana sangat penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
Baca Juga : Gelar Makan Siang Bersama: Cara Lapas Banyuwangi Rajut Kebersamaan Warga Binaan
“Destana merupakan ujung tombak kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa. Melalui penguatan kelembagaan dan keterlibatan aktif masyarakat, penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembentukan dan pengaktifan kembali Destana juga menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko bencana, khususnya menghadapi potensi kekeringan dan cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program Desa Tangguh Bencana. Dengan kesiapan yang lebih baik, diharapkan masyarakat mampu melakukan mitigasi dan penanganan awal secara mandiri sebelum bantuan datang.
Kegiatan evaluasi tersebut ditutup pukul 21.30 WIB dengan komitmen seluruh peserta untuk mempercepat pembentukan serta penguatan Destana demi mewujudkan Kabupaten Jember yang lebih tangguh terhadap bencana.
