Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Kiriman Kerap Terlambat, Viral Guru SD di Sugio Lamongan Tolak Puluhan Paket MBG

Penulis : Defit Budiamsyah - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Jun - 2026, 20:38

Placeholder
Video guru SD di Sugio Lamongan yang viral saat tolak kiriman puluhan paket MBG. (Ist)

JATIMTIMES - Video berdurasi singkat sempat viral di media sosial (medsos) menampilkan seorang pengajar di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, menolak puluhan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke sekolahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden penolakan paket MBG tersebut terjadi pada Rabu (3/6/2026) siang. Penelusuran dari unggahan akun Facebook "Aniez Suzan" menunjukkan video seorang wanita berhijab dengan seragam dinas putih, berdiri di depan pintu masuk kelas, menunjukkan tumpukan ompreng stanlis berisi makanan yang masih terikat tali, dan dengan tegas menyatakan sikap keberatannya kepada pihak pengantar MBG agar menjadi bahan koreksi total.

Baca Juga : Dari 4.804 Suspek, Dinkes Kota Malang Temukan 925 Kasus TBC dalam Lima Bulan

"Mohon maaf untuk SPPG Lebak Adi Sugio, kami menolak pengiriman ini karena setiap hari kesiangan, wali murid sudah tidak mau menerima lagi. Mohon untuk jadi bahan evaluasi, Terima kasih," ucap guru tersebut dengan nada tegas sembari menunjukkan puluhan kotak ompreng MBG yang menumpuk 

Melalui keterangan tertulis yang diunggah akun tersebut, terungkap bahwa keterlambatan pengiriman paket makanan dari SPPG Lebak Adi Sugio ini bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah menjadi persoalan berulang.

"Sebelumnya maaf untuk SPPG Lebak Adi Sugio karna ini sungguh-sungguh sudah sangat keterlaluan, pengiriman MBG selalu telat bahkan seringkali anak-anak sudah pulang sekolah tapi MBG belum datang," tulis akun Aniez Suzan meluapkan kekecewaannya di media sosial.

Ia menilai, esensi dari program jaminan gizi nasional ini menjadi hilang jika makanan baru tiba saat jam operasional sekolah telah usai atau saat anak-anak bersiap untuk pulang.

"MBG dari pemerintah ini untuk makan siang anak-anak di jam istirahat, bukan jam 11 bahkan pernah jam 1 baru dikirim. Kalau memang kalian tidak mampu silahkan TUTUP saja. Semoga bisa menjadi pelajaran buat SPPG yg lain," lanjutnya dalam keterangan tertulis tersebut.

Video penolakan yang dilakukan oleh oknum guru ini langsung memancing beragam reaksi dan perdebatan hangat dari kalangan warganet di kolom komentar. Banyak warga netizen yang berdiri di pihak sang guru dan mendukung langkah disiplin tersebut agar kualitas pelayanan program nasional ini dapat terjaga dengan baik. Dukungan salah satunya datang dari akun Asrory Ahmad.

Baca Juga : Sampah Dapur Tak Selalu Berakhir di TPA, Dosen Unikama Ungkap Cara Simpel Olah Sampah Organik

"Iya Bu lanjutkan gk usah di terima biar tutup saja SPPG itu," tulis komentarnya. 

Akun Ariezt Prasetyo juga mendesak adanya sanksi tegas “Laporkn biar d tindak lanjutti. Sperti yang lainnya TDK memenuhi standar akn d tutup,” tulisnya.

Bahkan akun Fajar Ismail melayangkan kritik keras terhadap kelangsungan program secara umum. "Hentikan MBG SE Indonesia.. alihkan ke kesehatan n skolah gratis tiiisss".

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Lebak Adi, Sugio, Zumrotun Nisa', belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi melalui pesan, Jumat (5/6/2026).


Topik

Pendidikan lamongan MBG video viral penolakan mbg sppg lebak adi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Defit Budiamsyah

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan