JATIMTIMES - Google SafeSearch tengah menjadi trending dalam penelusuran Google. Fitur ini memang dirancang untuk membantu menyaring konten vulgar atau tidak pantas yang muncul dalam hasil pencarian Google.
SafeSearch memiliki beberapa pilihan pengaturan, yakni filter, buramkan (blur), dan nonaktif. Ketika mode buramkan aktif, gambar yang dianggap mengandung konten vulgar akan ditampilkan dalam kondisi buram.
Baca Juga : 5 Hari Cuma Makan Pizza, Suami Selena Gomez Klaim Berat Badan Turun 2 Kg
Bagi pengguna yang ingin melihat hasil pencarian tanpa penyaringan SafeSearch, pengaturan tersebut dapat diubah menjadi Nonaktif. Pengaturan bisa dilakukan melalui HP maupun laptop, selama SafeSearch tidak dikunci oleh orang tua, administrator, sekolah, organisasi, atau jaringan tertentu.
Lantas, bagaimana cara menonaktifkan SafeSearch Google agar hasil pencarian tidak lagi blur?Berikut langkah-langkahnya.
Apa Itu Google SafeSearch?
SafeSearch merupakan fitur pada Google Penelusuran yang berfungsi membantu menyaring konten vulgar dari hasil pencarian.
Saat mode buramkan digunakan, Google akan memburamkan gambar yang dianggap mengandung konten vulgar. Sementara pilihan nonaktif memungkinkan hasil penelusuran ditampilkan tanpa penyaringan SafeSearch.
Berikut cara menonaktifkan SafeSearch Google di berbagai perangkat:
1. Cara Menonaktifkan SafeSearch di HP Android
Pengguna HP Android dapat mengubah pengaturan SafeSearch melalui aplikasi Google.
Caranya:
• Buka aplikasi Google di HP Android.
• Ketuk foto profil atau inisial akun di pojok kanan atas.
• Pilih Setelan.
• Ketuk SafeSearch.
• Pilih Nonaktif.
Setelah pengaturan diubah, SafeSearch akan dinonaktifkan pada akun atau browser yang pengaturannya sedang dikelola.
2. Cara Menonaktifkan SafeSearch di Browser HP
SafeSearch juga dapat diubah jika pengguna mengakses Google melalui Chrome atau browser lainnya.
Langkahnya:
• Buka browser di HP.
• Masuk ke halaman pengaturan SafeSearch Google.
• Pilih Nonaktif.
• Kembali ke halaman Google dan lakukan pencarian seperti biasa.
Pengguna yang memiliki Akun Google dapat mengatur SafeSearch untuk akun pribadi atau browser yang digunakan.
3. Cara Menonaktifkan SafeSearch di Laptop
Cara mematikan SafeSearch di laptop atau komputer juga cukup mudah.
Berikut langkah-langkahnya:
• Buka Google Penelusuran melalui browser.
• Masuk ke pengaturan SafeSearch.
• Pilih Nonaktif.
• Kembali ke halaman Google dan lakukan pencarian.
Baca Juga : Ratusan Maba Birokrat Hingga Politisi Ikut Ordik Pascasarjana UB, Bawa Persoalan Publik ke Ruang Akademik
Pada pengaturan SafeSearch, Google menyediakan tiga pilihan, yaitu Filter, Buramkan, dan Nonaktif.
Jika memilih Nonaktif, Google tidak lagi menerapkan penyaringan SafeSearch sehingga hasil yang relevan dengan pencarian dapat muncul, termasuk kemungkinan konten vulgar.
4. Cara Mengubah SafeSearch dari Halaman Hasil Pencarian
Pengaturan SafeSearch juga bisa diakses langsung dari halaman hasil pencarian Google.
Caranya:
• Buka Google dan lakukan pencarian.
• Klik foto profil atau inisial akun di kanan atas.
• Pilih pengaturan SafeSearch.
• Ubah pengaturannya menjadi Nonaktif.
Cara ini dapat digunakan untuk mengecek sekaligus mengubah status SafeSearch tanpa harus mencari menu pengaturan secara manual.
5. SafeSearch Tidak Bisa Dinonaktifkan, Apa Penyebabnya?
Tidak semua pengguna bisa bebas mengubah SafeSearch. Jika pilihan Nonaktif tidak tersedia atau muncul ikon gembok, berarti pengaturan tersebut kemungkinan dikunci oleh pihak lain.
Beberapa penyebabnya antara lain:
• Pengaturan orang tua melalui Family Link.
• Administrator sekolah atau organisasi.
• Jaringan Wi-Fi tertentu.
• Pengaturan browser.
• Ekstensi pada browser.
Jika SafeSearch terkunci, pengguna perlu mengetahui terlebih dahulu pihak yang mengelola pengaturan tersebut sebelum mencoba mengubahnya.
Perlu diketahui, SafeSearch hanya berlaku untuk Google Penelusuran. Fitur ini tidak mengatur konten yang muncul pada mesin pencari lain maupun situs yang diakses pengguna secara langsung.
Dengan memilih Nonaktif, hasil pencarian Google dapat menampilkan konten vulgar apabila konten tersebut dianggap relevan dengan kata kunci yang digunakan. Semoga informasi membantu ya.
