Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bulog Dapat Suntikan Dana Rp 39,1 Triliun untuk Serap 4 Juta Ton Beras Nasional Sepanjang 2026

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

14 - Jan - 2026, 16:15

Placeholder
Ilustrasi beras bulog. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Pemerintah Indonesia semakin serius memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap hingga 4 juta ton beras produksi dalam negeri sepanjang tahun 2026. Untuk memastikan tugas besar ini berjalan lancar, Bulog mendapatkan dukungan pembiayaan senilai Rp 39,1 triliun melalui skema pinjaman khusus dari pemerintah.

Dana tersebut diberikan melalui skema Operator Investasi Pemerintah (OIP), sebuah mekanisme pinjaman berbunga rendah yang dirancang agar Bulog bisa menjalankan tugasnya tanpa terbebani biaya keuangan yang tinggi.

Baca Juga : Pisah Sambut Kapolres Blitar Kota, Wali Kota Mas Ibin Tegaskan Pentingnya Sinergi Keamanan dan Pembangunan

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut dana ini akan digunakan tidak hanya untuk beras, tetapi juga untuk pengadaan sekitar 1 juta ton jagung. “Untuk pengadaan beras 4 juta ton dan 1 juta ton jagung itu mendapat dukungan Rp 39,1 triliun dengan skema pinjaman OIP berbunga rendah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).

Menurut Ahmad Rizal, skema pembiayaan murah ini sangat krusial bagi keberlangsungan operasional Bulog. Jika harus mengandalkan kredit komersial dengan bunga tinggi, maka beban perusahaan akan jauh lebih berat.

“Kami berterima kasih kepada presiden, para menteri, dan menko. Dengan pinjaman yang lebih ringan, Bulog bisa fokus menjalankan mandat negara,” tambahnya.

Optimisme terhadap target serapan beras juga datang dari sektor hulu. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menilai target Bulog tersebut sangat mungkin tercapai karena produksi padi Indonesia terus menunjukkan tren positif.

“Target serapan gabah dan beras 4 juta ton di 2026 adalah target Bulog yang kita dukung bersama. Dengan kerja sama yang solid, ini bisa menjadi sejarah baru bagi ketahanan pangan Indonesia,” ujar Amran, Senin (12/1/2025), seperti dikutip dari TikTok @bapanas.news.

Ia mengungkapkan bahwa luas tanam padi pada Oktober–Desember 2025 meningkat sekitar 500 ribu hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini memperbesar peluang produksi gabah pada musim panen 2026.

Baca Juga : BNSP Turun Langsung ke Unisma, Standar LSP Diperiksa hingga Akar

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat optimisme tersebut. Sepanjang 2025, produksi beras nasional mencapai 34,7 juta ton, atau melonjak 13,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 30,34 juta ton. Lonjakan ini memberi ruang yang lebih luas bagi Bulog untuk menyerap hasil panen petani tanpa menimbulkan tekanan berlebih di pasar.

Tak hanya produksi, stok nasional juga berada dalam kondisi aman. Di akhir 2025, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 3,25 juta ton, setelah sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juli 2025.

Jumlah ini termasuk salah satu yang tertinggi sejak Bulog mulai mengelola cadangan pangan nasional pada 1969, dan menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan beras di dalam negeri.


Topik

Pemerintahan bulog beras nasional cadangan beras pemerintah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana