JATIMTIMES - Ekonomi kreatif mulai tumbuh dan berkembang di Kota Kediri. Sejumlah Kelurahan di Kota Kediri saling berlomba, berinovasi, adu gagasan dan kreativitas, demi satu tujuan yaitu pemberdayaan UMKM
Kelurahan Kampung Dalem menangkap sebuah peluang pada momentum bulan Suci Ramadan tahun ini. lalu muncul sebuah ide atau gagasan dari para pemuda yang tergabung dalam Lembaga Pemberdayaan Masyarakat untuk membuat program dengan mengusung konsep pemberdayaan ekonomi kreatif serta arena bermain ramah anak
Baca Juga : Negara yang Gagal, Wangsa yang Menang: Panembahan Agung Ponorogo dan Lahirnya Kajoran
Ketua LPMK Kelurahan Kampung Dalem, Wahyu Yustiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pasar takjil biasa. "Serambi Kalem" hadir sebagai oase bagi warga untuk ngabuburit sekaligus tempat bermain anak yang edukatif.
"Konsep kita adalah Serambi Kampung Dalem. Kami ingin meramaikan area yang tadinya sepi, sekaligus mempromosikan fasilitas PAUD dan Taman Baca Permata Hati yang ada di sini," ujar Wahyu saat ditemui di lokasi.
Salah satu daya tarik utama Serambi Kalem adalah zona bermainnya. Di tengah gempuran smartphone, Wahyu yang memiliki kemampuan bidang komputer, membawa inovasi unik dengan menghadirkan permainan game klasik atau jadul seperti Nintendo dan Sega.
Tak hanya digital, permainan tradisional seperti Congklak dan Dakon juga disediakan untuk anak-anak. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Sebagai pengurus PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Kelurahan, Wahyu ingin memberikan alternatif hiburan yang sehat bagi anak-anak.
"Kita ingin memberikan edukasi bahwa mainan lama itu seru. Jadi anak-anak tidak melulu fokus ke HP atau gadget masing-masing. Di sini mereka bisa berinteraksi langsung," tambahnya.
Disamping aspek bermain, Serambi Kalem juga menjadi penggerak ekonomi warga. Saat ini, sebanyak 10 pelapak UMKM dari warga sekitar dan komunitas kopi telah bergabung untuk mengisi stan takjil dan menu buka puasa. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
