Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Ekonomi Kota Malang 2025 Tumbuh 5,92 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Dominan

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Mar - 2026, 12:11

Placeholder
Pertumbuhan PDRB beberapa komponen pengeluaran 2023-2025. (Foto: BPS Kota Malang)

JATIMTIMES - Ekonomi Kota Malang menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang 2025. Di tengah tekanan sejumlah sektor, laju pertumbuhan tetap melesat 5,92 persen dengan nilai Domestik Regional Bruto (PDRB)  menembus Rp 108,15 triliun.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama, sementara sektor transportasi dan pergudangan tampil sebagai motor pertumbuhan tertinggi tahun ini. Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang, Umar Sjaifudin, mengatakan bahwa secara tahunan (c-to-c) ekonomi Kota Malang tumbuh 5,92 persen dibandingkan 2024.

Baca Juga : Kargo Udara dan Bongkar Muat Pelabuhan Jatim Lesu di Awal 2026

“Pertumbuhan 5,92 persen ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Malang tetap solid di tengah dinamika nasional dan global. Hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif,” kata Umar, Rabu (4/3/2026).

Dari sisi produksi, sektor Transportasi dan Pergudangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,26 persen. Disusul Jasa Perusahaan yang tumbuh 8,90 persen dan Jasa Lainnya sebesar 8,84 persen.

Meski demikian, tidak semua sektor mengalami ekspansi. Umar menjelaskan bahwa beberapa lapangan usaha masih mengalami kontraksi.

“Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terkontraksi 7,79 persen. Sementara Pertambangan dan Penggalian minus 44,39 persen, serta Pengadaan Air dan Pengelolaan Sampah terkontraksi 3,51 persen,” jelasnya.

Secara struktur, perekonomian Kota Malang masih didominasi sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan kontribusi 28,50 persen. Posisi berikutnya ditempati Industri Pengolahan sebesar 27,65 persen, Konstruksi 12,56 persen, serta Jasa Pendidikan 7,11 persen. Keempat sektor tersebut menyumbang 75,82 persen terhadap total PDRB.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 7,23 persen. Kemudian Pengeluaran Konsumsi LNPRT tumbuh 5,94 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) naik 5,41 persen.

Baca Juga : Usai Lonjakan Akhir Tahun, Transportasi Domestik Jatim Melandai di Awal 2026

“Struktur pengeluaran masih didominasi konsumsi rumah tangga yang kontribusinya mencapai 68,05 persen. Artinya, daya beli masyarakat tetap menjadi penopang utama ekonomi Kota Malang,” terang Umar.

Sementara itu, kontribusi net ekspor barang dan jasa tercatat minus 8,33 persen, menandakan peran konsumsi domestik masih jauh lebih dominan dibandingkan kinerja perdagangan luar daerah.

Secara spasial di Jawa Timur, pertumbuhan ekonomi Kota Malang sebesar 5,92 persen menempatkannya di jajaran daerah dengan pertumbuhan tertinggi, sejajar dengan Kabupaten Malang dan di bawah Pacitan yang mencapai 6,35 persen.

Umar menegaskan, capaian ini menjadi sinyal optimisme untuk menjaga stabilitas ekonomi ke depan. “Ke depan, penguatan sektor unggulan dan peningkatan investasi menjadi kunci agar pertumbuhan tetap terjaga dan lebih inklusif,” tutup Umar.


Topik

Ekonomi Ekonomi pertumbuhan ekonomi jatim Domestik Regional Bruto PDRB



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi