JATIMTIMES - Sejumlah wilayah di Jawa Timur dilaporkan mengalami peningkatan kecepatan angin dalam beberapa hari terakhir. Data terbaru menunjukkan ada tiga daerah dengan embusan angin paling kencang selama periode pemantauan cuaca terbaru.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur (@bmkg.iklimjatim) dalam pembaruan kondisi cuaca di Jawa Timur.
“UPDATE: Informasi Angin Kencang di Jawa Timur,” tulis BMKG dalam unggahannya pada Minggu (8/3/2026).
Berdasarkan data pantauan alat telemetri dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG Jawa Timur pada periode 7 Maret pukul 07.00 WIB hingga 8 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat peningkatan kecepatan angin di sejumlah wilayah.
Tiga wilayah dengan kecepatan angin tertinggi yakni:
• AWS Digi Stamet Kalianget Sumenep: 53,3 km/jam
• AWS Maritim Perak II Surabaya: 52,2 km/jam
• AAWS Tuban: 48,5 km/jam
Data tersebut menunjukkan wilayah pesisir hingga kawasan utara Jawa Timur mengalami hembusan angin cukup kuat dalam periode pengamatan tersebut.
Sementara itu, hujan deras dan angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Jawa Timur dipicu oleh sejumlah gangguan atmosfer.
Prakirawan BMKG Juanda menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer yang sedang aktif di wilayah Indonesia.
“Gangguan atmosfer tersebut meliputi adanya pola angin konvergensi, aktifnya gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) dan Gelombang Low Frequency, serta adanya tiga sistem tekanan rendah di wilayah selatan Indonesia,” demikian keterangan BMKG Juanda.
Kondisi atmosfer tersebut memicu pertumbuhan awan cumulonimbus secara signifikan di sejumlah wilayah. “Hal itu bisa menyebabkan hujan deras disertai petir dan angin kencang,” imbuhnya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di lokasi yang berpotensi terdampak angin kencang.
“Tetap waspada bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama saat melintasi area yang banyak pohon besar atau papan reklame,” imbau BMKG.
Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem.
