JATIMTIMES – Pemerintah Kota Batu kembali melakukan intervensi pasar guna merespons lonjakan harga bahan pokok menjelang hari raya Idul Fitri. Sebanyak 3.000 voucher potongan harga telah disiapkan untuk meringankan masyarakat dalam program pasar murah yang akan dipusatkan di Pasar Induk Among Tani.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026. Mepalui intervensi itu, pemerintah daerah berupaya agar masyarakat tetap bisa menjangkau kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih miring di tengah tren kenaikan harga pasar.
Baca Juga : Dinkop-UM: Masih 20 KDKMP di Kabupaten Malang Selesai Dibangun 100 Persen
Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Andry Yunanto mengungkapkan bahwa ribuan voucher tersebut dialokasikan untuk 1.000 warga penerima manfaat. Mekanismenya, setiap warga akan mendapatkan jatah tiga buah voucher sekaligus.
"Masing-masing voucher memiliki nilai potongan sebesar Rp 5 ribu. Jadi, setiap penerima manfaat bisa mendapatkan total potongan harga senilai Rp 15 ribu untuk belanja kebutuhan pokok," jelas Andry Yunanto saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Voucher belanja tersebut dapat digunakan warga untuk menebus sembilan komoditas utama yang paling dicari menjelang Lebaran. Daftar komoditasnya meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, telur, cabai rawit, hingga bawang.
Program pasar murah kali ini didesain menarik karena juga menyasar pemberdayaan pedagang lokal. Nantinya, voucher tersebut ditukarkan langsung kepada para pedagang yang berjualan di dalam Pasar Induk Among Tani, sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan efisien.
Diskumperindag memproyeksikan keterlibatan sekitar 20 hingga 100 mitra dagang. Para mitra ini akan memastikan ketersediaan stok komoditas yang telah ditentukan agar kebutuhan masyarakat benar-benar tercukupi selama kegiatan berlangsung.
Distribusi voucher sendiri akan dilakukan secara bertahap setiap harinya. Pihak panitia menyiapkan kuota sekitar 1.000 voucher per hari. "Voucher disiapkan untuk dibagikan kepada warga yang datang ke lokasi pasar murah," jelasnya.
Andry menegaskan bahwa program ini diprioritaskan khusus bagi penduduk lokal. Warga yang ingin mendapatkan voucher wajib menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai bukti identitas domisili di Kota Batu.
"Diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas harga di pasar tradisional bisa lebih terkendali," tambahnya.
Langkah ini pun diklaim mampu meredam gejolak inflasi daerah yang biasanya meningkat drastis di periode akhir Ramadan. Sebagaimana diketahui pantauan di lapangan menunjukkan fluktuasi harga pada sejumlah komoditas pokok, seperti daging sapi di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Sebab, tekanan permintaan selama Ramadan mulai mendorong kenaikan harga.
Harga daging sapi kualitas terbaik sempat mencapai Rp125 ribu per kilogram. Naik dibanding kondisi normal yang biasanya berada di kisaran Rp115-120 ribu per kilogram. Untuk kualitas di bawahnya, daging sapi saat ini dijual sekitar Rp110-115 ribu per kilogram.
Fluktuasi harga juga terjadi pada komoditas ayam potong. Pedagang ayam Didik Suliyadi menyebut harga ayam saat ini berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dari kondisi normal yang biasanya sekitar Rp36 ribu per kilogram.
Meski demikian, kenaikan tersebut masih relatif stabil sejak awal Ramadan. Pedagang menilai kenaikan harga ayam menjelang Ramadan merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun.
