Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Jejak Sejarah 20 Ramadan: Ketika Ka'bah Dibersihkan dari 360 Berhala

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

10 - Mar - 2026, 10:21

Placeholder
Ilustrasi ketika Ka'bah bersih dari ratusan berhala (ist)

JATIMTIMES - Tanggal 10 Maret tahun ini bertepatan dengan hari ke-20 Ramadan, sebuah momentum yang dalam sejarah Islam dikenang sebagai saat runtuhnya simbol-simbol kemusyrikan di Kota Mekah. Pada 20 Ramadan tahun 8 Hijriah, setelah kota suci itu berada dalam kekuasaan kaum Muslimin, Nabi Muhammad SAW memulai langkah penting dengan membersihkan Ka'bah dari berhala-berhala yang selama bertahun-tahun menjadi pusat penyembahan masyarakat Arab jahiliyah. Peristiwa ini menandai dimulainya perubahan besar di Mekah, dari kota yang dipenuhi simbol penyembahan berhala menjadi pusat ibadah tauhid.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan, terdapat sekitar 360 berhala yang mengelilingi Ka'bah. Nabi Muhammad SAW sendiri turut menghancurkan patung-patung tersebut seraya membacakan firman Allah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap,” sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 81. Ayat itu menjadi simbol bahwa dominasi kepercayaan jahiliyah mulai berakhir di tanah suci.

Baca Juga : Peringati Nuzulul Quran, PDIP Surabaya Bagi Ribuan Bingkisan untuk Duafa dan Anak Yatim

Di dalam Ka'bah juga ditemukan berbagai gambar yang tidak sesuai dengan ajaran tauhid. Di antaranya lukisan Nabi Ibrahim, Ismail, dan Ishaq yang digambarkan sedang mengundi nasib menggunakan anak panah. Gambar tersebut diberi warna za'faron. Nabi Muhammad SAW menolak memasuki Ka'bah sebelum semua gambar itu dihapus. Dalam hadis riwayat Bukhari beliau bersabda, “Semoga Allah memerangi mereka. Ibrahim tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah.”

Beberapa riwayat lain juga menyebutkan adanya gambar Maryam serta patung merpati yang terbuat dari kayu. Semua benda itu kemudian dikeluarkan dari dalam Ka'bah. Setelah tempat suci tersebut benar-benar bersih dari simbol kemusyrikan, Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat dua rakaat di dalamnya.

Pembersihan simbol penyembahan berhala tidak berhenti di sekitar Ka'bah. Nabi Muhammad SAW kemudian mengirim para sahabat ke berbagai wilayah untuk meruntuhkan berhala-berhala besar yang selama ini disembah oleh sejumlah kabilah Arab.

Khalid bin Walid diutus menuju Bathni Nakhlah bersama puluhan orang untuk menghancurkan al-Uzza, berhala yang dipuja oleh Quraisy, Bani Mudhar, dan Kinanah. Sementara Saad bin Zaid al-Asyhali memimpin rombongan menuju al-Musyallal dekat Qudaid untuk meruntuhkan Manah, berhala berupa batu besar yang disembah oleh suku Aus, Khazraj, dan Khuza'ah.

Berhala lain yang juga terkenal adalah al-Lata di wilayah Thaif. Patung besar itu ditempatkan dalam bangunan khusus dengan kelambu sehingga menyerupai bentuk penghormatan terhadap Ka'bah. Untuk meruntuhkannya, Nabi Muhammad SAW mengutus Abu Sufyan bin Harb bersama al-Mughirah bin Syu’bah.

Selain itu, Amr bin Ash juga mendapat tugas menghancurkan Suwa', berhala milik kabilah Hudzail. Nama-nama berhala tersebut bahkan disebutkan secara langsung dalam Al-Qur’an, “Maka apakah patut kamu menganggap al-Lata dan al-Uzza, serta Manah yang ketiga yang paling kemudian itu?” sebagaimana tercantum dalam Surah An-Najm ayat 19 sampai 20.

Baca Juga : Bolehkah Orang yang Bayar Zakat Fitrah Juga Menerimanya? Ini Penjelasan Ulama

Peristiwa yang terjadi pada 20 Ramadan itu menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah Islam. Kota Mekah yang sebelumnya dipenuhi simbol-simbol penyembahan selain Allah berubah menjadi pusat ibadah tauhid bagi umat Islam.

Catatan peristiwa ini dapat ditemukan dalam berbagai literatur sejarah Islam. Di antaranya dalam karya Shaleh bin Abdullah al-Fauzan berjudul Syarah al-Qawaid al-Arba’ (2006) serta buku Mahdi Rizqullah Ahmad Sirah Nabawiyah fi Dhau’i al-Mashadir al-Ashliyah (2012). 

Kisah tentang pembersihan Ka'bah dari berhala juga merujuk pada sejumlah ayat Al-Qur’an seperti Surah Al-Isra ayat 81, Surah Saba ayat 49, dan Surah An-Najm ayat 19 sampai 20, serta hadis riwayat Imam Bukhari nomor 4288 yang mengisahkan sikap Nabi Muhammad SAW ketika membersihkan Ka'bah dari simbol-simbol kemusyrikan.


Topik

Pendidikan kabah pembersihan kabah nabi muhammad



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana