Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

BEM Nusantara Jatim Desak Pengungkapan Dalang Teror Air Keras, Hadirkan Tokoh Nasional dalam Diskusi Kritis

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

26 - Mar - 2026, 11:29

Placeholder
Kegiatan reuni, doa bersama, dan Diskusi Online Nasional oleh BEM Nusantara. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - BEM Nusantara Jawa Timur kembali menunjukkan sikap tegasnya terhadap kasus kekerasan yang menimpa Andri Yunus. Melalui kegiatan reuni, doa bersama, dan Diskusi Online Nasional, mereka mendorong pengungkapan aktor intelektual di balik teror air keras yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap.

Mengangkat tema “Dari UU TNI ke Teror Air Keras: Menguak Dalang dan Jaringan Kekuasaan di Balik Serangan terhadap Andri Yunus”, acara ini digelar secara daring melalui Zoom dan diikuti sekitar 253 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Diskusi berlangsung selama lebih dari dua jam, mulai pukul 19.45 WIB hingga 22.15 WIB.

Baca Juga : Komisi D DPRD Jatim Ingatkan Kebijakan Rabu WFH Jangan Pukul Rata Sektor Teknis

Perwakilan panitia, Vernando atau yang akrab disapa Mando, menyebut kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga momentum konsolidasi mahasiswa lintas daerah.

“Di tengah suasana hari raya, kami ingin menghadirkan ruang reuni yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi tempat bertukar ide dan belajar dari para tokoh serta aktivis ’98,” ujarnya.

Senada dengan itu, Koordinator BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan komitmen gerakan mahasiswa untuk tetap berpihak pada kepentingan rakyat. “Kami berharap gerakan ini tetap berjalan sesuai amanah rakyat, tanpa ditunggangi kepentingan pragmatis,” tegasnya.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis HAM hingga akademisi. Mereka sepakat bahwa pengungkapan pelaku lapangan saja tidak cukup.

Sekretaris Jenderal Federasi KontraS, Andy Irfan, menekankan pentingnya mengusut dalang utama di balik aksi kekerasan tersebut. “Penegakan hukum harus menyasar aktor intelektual. Tidak berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap motif dan jaringan di belakangnya,” jelasnya.

Pengamat sosial-politik Ubedillah Badrun turut menyoroti pentingnya langkah konkret dalam mengusut kasus ini. “Kita perlu mendorong proses melalui peradilan sipil serta pembentukan tim pencari fakta gabungan agar kasus ini terang benderang,” katanya.

Dari sisi hukum, Prof. Dr. Hj. Hesti Armiwulan menilai kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan tragedi kemanusiaan serius. “Dalam KUHP Baru, ini bisa dikategorikan sebagai penganiayaan berat. Artinya, penanganannya harus serius dan menyeluruh,” paparnya.

Baca Juga : Kalender April 2026 Lengkap: Tanggal Merah, Long Weekend, dan Daftar Hari Penting

Sementara itu, perwakilan Amnesty International, Usman Hamid, menegaskan pentingnya transparansi dalam proses hukum. “Akuntabilitas tidak cukup hanya lewat pernyataan. Yang dibutuhkan adalah pengungkapan kebenaran secara utuh melalui proses hukum yang terbuka,” tegasnya.

Direktur LBH Surabaya, Habibus Solihin, juga mengingatkan agar aparat penegak hukum konsisten dalam menangani kasus serupa. “Perbedaan penanganan kasus bisa menggerus kepercayaan publik. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta, termasuk soal ruang demokrasi mahasiswa dan aksi demonstrasi. Para narasumber menilai hal tersebut sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran demokrasi.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pernyataan dari moderator yang menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan. “Semoga forum ini tidak berhenti sebagai diskusi semata, tetapi menjadi langkah awal gerakan yang lebih terarah. Harapan kita, suara mahasiswa benar-benar didengar,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, BEM Nusantara Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus teror air keras hingga tuntas. Tekanan publik, khususnya dari kalangan mahasiswa, diharapkan mampu mendorong aparat penegak hukum mengungkap fakta secara menyeluruh termasuk siapa aktor intelektual di baliknya.


Topik

Peristiwa bem nusantara jatim andri yunus penyiraman air keras vernando deni oktaviano pratama



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa