Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Inflasi Kota Malang Maret 2026 Tembus 3,75 Persen, IHK Naik Jadi 111,03

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

02 - Apr - 2026, 09:21

Placeholder
Tingkat inflasi tear-on-year (Y-on-Y) (persen), Januari 2024–Maret 2026. (Foto: BPS Kota Malang)

JATIMTIMES - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok dan layanan kembali menekan daya beli masyarakat di Kota Malang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Maret 2026 terjadi inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,75 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) mencapai 111,03.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Maret 2025 yang berada di level 107,02. Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Kota Malang juga mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat 0,98 persen.

Baca Juga : Jumat 3 April 2026 Libur Apa? Ini Penjelasan Lengkap dan Maknanya

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin mengatakan bahwa inflasi kali ini dipicu oleh kenaikan harga hampir pada seluruh kelompok pengeluaran. Lonjakan paling tinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik drastis hingga 18,76 persen.

“Secara umum, kenaikan harga terjadi merata di berbagai kelompok. Namun yang paling menonjol adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, diikuti kelompok perumahan serta kebutuhan dasar rumah tangga,” kata Umar, Kamis (2/4/2026).

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat mengalami kenaikan sebesar 10,59 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi kebutuhan utama masyarakat naik 2,81 persen. Disusul kelompok kesehatan sebesar 2,65 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,94 persen, serta pakaian dan alas kaki 1,93 persen.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok pendidikan sebesar 1,69 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,17 persen, perlengkapan rumah tangga 0,84 persen, transportasi 0,28 persen, hingga informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen.

Dari sisi komoditas, beberapa barang dan jasa tercatat menjadi penyumbang utama inflasi tahunan. Tarif listrik menjadi salah satu faktor dominan, diikuti harga emas perhiasan, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras. Sementara itu, pada skala bulanan, tekanan inflasi dipicu oleh kenaikan harga daging ayam ras, bensin, minyak goreng, cabai merah, jeruk, serta telur ayam ras dan telur puyuh.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi, yakni 0,82 persen. Di dalamnya, daging ayam ras menyumbang 0,19 persen, beras 0,16 persen, dan telur ayam ras 0,10 persen. Komoditas lain seperti rokok kretek mesin, minyak goreng, hingga santan juga ikut mendorong kenaikan harga.

Meski demikian, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Beberapa bahan pangan justru mencatat penurunan harga dan memberikan andil terhadap deflasi, seperti bawang putih, cabai merah, pisang, wortel, dan bawang merah.

Secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang utama inflasi dengan kontribusi 0,30 persen. Daging ayam ras menjadi pendorong terbesar, disusul minyak goreng, cabai merah, jeruk, hingga telur.

Baca Juga : 8 Negara Ini Comeback ke Piala Dunia 2026, Ada Yang Menunggu 52 Tahun

Umar menegaskan bahwa pergerakan harga bahan pangan dan energi masih menjadi faktor kunci yang memengaruhi inflasi di Kota Malang.

“Komoditas pangan, terutama yang berkaitan dengan protein hewani dan kebutuhan pokok harian, masih menjadi penyumbang utama inflasi. Selain itu, penyesuaian tarif seperti listrik juga ikut memberikan tekanan,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, inflasi Maret 2026 ini menunjukkan tren peningkatan yang cukup tajam. Pada Maret 2025, inflasi y-on-y hanya sebesar 0,49 persen, sedangkan pada Maret 2024 sebesar 2,90 persen.

Sementara itu, inflasi year-to-date pada Maret 2026 juga lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 yang hanya 0,07 persen.

Kondisi ini mengindikasikan tekanan harga yang semakin kuat pada 2026, seiring meningkatnya permintaan masyarakat serta fluktuasi harga komoditas strategis. Jika tidak diantisipasi, kenaikan ini berpotensi terus memengaruhi daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.


Topik

Ekonomi Inflasi Kota Malang BPS Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy