Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Waspada! Harga Popok Terancam Naik Imbas Konflik Global

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

02 - May - 2026, 14:07

Placeholder
Ilustrasi penggunaan popok atau pampers pada bayi. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Kenaikan harga bahan baku mulai menekan industri popok nasional. Dampaknya tak main-main, harga popok diperkirakan bisa naik hingga 30 persen dalam waktu dekat.

Lonjakan ini dipicu oleh naiknya biaya bahan baku yang bahkan disebut mencapai 100 persen. Kondisi tersebut tak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel, yang berimbas pada melonjaknya harga minyak dunia.

Baca Juga : Kenaikan Harga Plastik Turut Berdampak pada Produksi Gula Nasional

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengingatkan, tekanan ini bukan hanya berdampak pada harga jual produk, tetapi juga mengancam keberlangsungan industri popok di dalam negeri.

Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis, mengatakan ketidakpastian pasokan bahan baku bisa berdampak serius jika tidak segera diatasi.

"Perubahan harga bahan baku yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tidak mengalami tekanan yang lebih dalam," ujar Oto Gunasis dikutip Antara, Sabtu (2/5). 

Menurutnya, dalam satu hingga dua bulan ke depan, jika pasokan bahan baku belum juga membaik, ketersediaan popok di pasar bisa terganggu.

Oto menjelaskan, lonjakan harga bahan baku berawal dari kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini membuat bahan petrokimia seperti nafta dan polypropylene, yang digunakan dalam produksi popok, ikut terdongkrak.

Tak hanya mahal, pasokan bahan baku juga semakin terbatas. Kombinasi ini membuat produsen berada dalam posisi sulit.

Akibatnya, pelaku industri mulai melakukan penyesuaian harga. APKI memperkirakan kenaikan harga popok di pasaran akan berada di kisaran 20 hingga 30 persen.

Meski harga dinaikkan, APKI menilai langkah tersebut belum cukup untuk menahan tekanan industri jika krisis bahan baku terus berlanjut.

Baca Juga : Harga Diesel BP-Vivo 2 Mei 2026 Melonjak Drastis, Tembus Rp 30 Ribu

"Tekanan biaya berpotensi mendorong penyesuaian harga jual diapers di pasar, yang pada akhirnya dapat berdampak pada daya beli masyarakat," imbuh Oto.

Lebih jauh, kondisi ini juga berpotensi memicu gangguan produksi. Bahkan, industri tidak menutup kemungkinan terjadinya penghentian operasional pabrik hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melihat situasi yang semakin menekan, APKI mendesak pemerintah segera turun tangan. Salah satu yang diharapkan adalah kemudahan perizinan serta kelancaran impor bahan baku agar distribusi tidak terhambat.

Koordinasi antar kementerian juga dinilai penting untuk mencegah munculnya kebijakan yang justru menambah ketidakpastian.

Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, pelaku industri khawatir dampaknya akan semakin luas, mulai dari kelangkaan produk di pasar hingga gelombang PHK di sektor manufaktur.

Di sisi lain, masyarakat pun perlu bersiap menghadapi kemungkinan kenaikan harga popok sebagai imbas dari tekanan global yang belum mereda.


Topik

Ekonomi Harga Popok popok bayi kenaikan harga konflik global



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni