Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Grebeg Pancasila 2026: Wali Kota Blitar Ajak Warga Jadikan Pancasila Pedoman Kehidupan

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

01 - Jun - 2026, 12:41

Placeholder
Prosesi Upacara Budaya Hari Lahir Pancasila 2026 dalam rangka Grebeg Pancasila di Alun-Alun Kota Blitar, Senin (1/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol penguatan nilai-nilai Pancasila sekaligus pembuka rangkaian Kirab Gunungan Lima dan Kenduri Pancasila di Bumi Bung Karno.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Semangat kebangsaan kembali menggema dari Bumi Bung Karno. Pemerintah Kota Blitar menggelar Upacara Budaya Peringatan Hari Lahir Pancasila, Kirab Gunungan Lima, dan Kenduri Pancasila sebagai rangkaian Grebeg Pancasila 2026, Senin (1/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Kota Blitar hingga Makam Bung Karno tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin bertindak sebagai Pembina Upacara dalam Upacara Budaya Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang diikuti jajaran Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, seniman, budayawan, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Dengan mengenakan busana adat Puspa Dahana, peserta upacara mengikuti prosesi yang sarat nilai budaya dan kebangsaan.

Baca Juga : Kalender Juni 2026 Lengkap: Daftar Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Hari Besar Penting 

 

Dalam kesempatan tersebut, Mas Ibin membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi, pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa tema peringatan tahun ini adalah "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam setiap sendi kehidupan bangsa.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan amanat BPIP yang dibacakan Mas Ibin.

Amanat tersebut juga menegaskan bahwa Pancasila merupakan jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik internasional. Karena itu, seluruh elemen bangsa diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Upacara

Pancasila Harus Menjadi Pedoman Kehidupan

Mas Ibin mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki arti yang sangat penting bagi Kota Blitar. Selain sebagai kota tempat dimakamkannya Bung Karno, Blitar juga selama bertahun-tahun menjadi pusat penyelenggaraan Grebeg Pancasila yang kini telah menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Menurut Mas Ibin, tahun 2026 menandai sekitar satu dekade peringatan Hari Lahir Pancasila secara nasional setelah ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 pada masa Presiden Joko Widodo.

“Ini mungkin pelaksanaan yang ke-10 setelah 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila pada tahun 2016. Kita terus melanjutkan tradisi Grebeg Pancasila dengan berbagai kegiatan budaya dan kebangsaan karena Pancasila adalah landasan bangsa kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kota Blitar memiliki tanggung jawab moral untuk terus membesarkan Grebeg Pancasila. Pasalnya, Bung Karno sebagai penggali Pancasila juga dimakamkan di Kota Blitar.

“Yang menggali Pancasila adalah Bung Karno dan beliau dimakamkan di sini. Karena itu bagi Kota Blitar, Grebeg Pancasila sangat penting untuk terus dibesarkan karena menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara. Inspirasi itu juga datang dari Kota Blitar,” kata Mas Ibin.

Menurutnya, Pemerintah Kota Blitar akan terus berupaya menjadikan Grebeg Pancasila sebagai agenda budaya dan kebangsaan yang semakin besar setiap tahunnya. Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai Pancasila.

“Kami Pemerintah Kota Blitar akan senantiasa membuat Grebeg Pancasila menjadi event yang semakin besar. Karena bangsa ini lahir ketika Bung Karno menyampaikan lima dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Pancasila,” tegasnya.

Pancasila

Kirab Gunungan Lima dan Kenduri Pancasila

Usai upacara budaya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Kirab Gunungan Lima yang dimulai dari Alun-Alun Kota Blitar menuju Makam Bung Karno. Kirab tersebut menjadi salah satu agenda paling ditunggu masyarakat dalam rangkaian Grebeg Pancasila.

Gunungan yang diarak mengandung makna simbolis tentang kemakmuran, rasa syukur, persatuan, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai-nilai Pancasila. Ribuan warga tampak memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan prosesi budaya yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.

Setibanya di kawasan Makam Bung Karno, rombongan kirab terlebih dahulu mengikuti prosesi upacara budaya di pelataran makam sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Proklamator sekaligus penggali Pancasila. Setelah rangkaian upacara selesai, gunungan kemudian dibawa keluar area pelataran dan menjadi pusat perhatian masyarakat.
Dengan penuh antusias, warga mengikuti tradisi perebutan hasil bumi yang menghiasi gunungan. Dalam tradisi Grebeg Pancasila, hasil bumi tersebut melambangkan rasa syukur atas karunia Tuhan sekaligus harapan akan keberkahan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Baca Juga : Relokasi PKL Kebalen Tak Pakai Lapak Lama, Perluasan Pasar Gadang Dirancang 

 

Setelah kirab selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Kenduri Pancasila di pelataran UPT Perpustakaan Nasional Bung Karno. Kenduri menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat atas persatuan bangsa Indonesia yang hingga kini tetap terjaga dalam bingkai Pancasila.

Dalam amanat BPIP yang dibacakan Mas Ibin juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.

“Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” demikian isi amanat tersebut.

Selain itu, Indonesia dinilai telah menunjukkan kepemimpinan nyata melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Gunungan

Mas Ibin: Pancasila Harus Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Mas Ibin berharap semangat yang terkandung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam perilaku sehari-hari.

“Harapan kami, Pancasila tidak hanya menjadi teks. Tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama 81 tahun perjalanan bangsa Indonesia, Pancasila telah terbukti menjadi fondasi yang mampu menyatukan keberagaman Nusantara. Karena itu, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengamalkannya.

“Kalau Pancasila sudah 81 tahun, itu karena negara ini berdiri di atas dasar Pancasila. Inilah yang membuat bangsa Indonesia tetap bersatu. Karena itu sangat penting untuk diamalkan oleh seluruh masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Melalui rangkaian Upacara Budaya Hari Lahir Pancasila, Kirab Gunungan Lima, dan Kenduri Pancasila, Pemerintah Kota Blitar berharap semangat kebangsaan terus tumbuh di tengah masyarakat. Dari Bumi Bung Karno, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga menjadi energi pembangunan yang menggerakkan persatuan, gotong royong, dan kemajuan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Ibin

 


Topik

Pemerintahan hari lahir pancasila grebeg pancasila wali kota blitar mas ibin



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan