Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Khutbah Jumat Muharram 26 Juni 2026: Memanusiakan Manusia, Pesan Islam yang Kian Relevan

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - Jun - 2026, 08:56

Placeholder
Potret khutbah Jumat. (Foto: laman Masjid Raya KH. Hasyim Asyari)

JATIMTIMES - Bulan Muharram menjadi penanda dimulainya tahun baru Hijriah. Bagi umat Islam, pergantian tahun ini saat yang tepat untuk berhenti sejenak, melakukan muhasabah, lalu memperbaiki diri. Di balik kemuliaan Muharram, tersimpan banyak pelajaran tentang bagaimana seorang muslim membangun hubungan yang baik, tidak hanya dengan Allah SWT, tetapi juga dengan sesama manusia.

Khutbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang menguatkan sisi kemanusiaan di bulan Muharram. Islam mengajarkan bahwa kesalehan tidak berhenti pada ibadah ritual, tetapi juga tercermin dari kepedulian kepada orang lain, menghormati martabat setiap manusia, serta menghadirkan keadilan dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang perlu terus dihidupkan agar semangat hijrah benar-benar membawa perubahan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga : SDN Kendalpayak Tarik Uang dari Wali Murid secara Mendadak, Berdalih untuk Perbaikan Musala

Melalui khutbah ini, jemaah diajak menjadikan Muharram sebagai momentum untuk menumbuhkan empati, mempererat persaudaraan, dan memperbanyak amal sosial. Dengan begitu, tahun baru Hijriah tidak hanya menjadi awal penanggalan, tetapi juga awal lahirnya pribadi yang lebih bermanfaat bagi umat dan masyarakat.

Khutbah I  

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِن سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَهُوَ أَصْدَقُ الْقَائِلِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝١٣

Jemaah sidang Jumat rahimakumullah
Salah satu kewajiban seorang khatib ketika berdiri di atas mimbar adalah menyampaikan wasiat takwa. Karena itu, marilah kita bersama-sama memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya dengan segenap kemampuan yang kita miliki.

Ketakwaan bukan sekadar pengakuan di lisan, melainkan harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan takwa yang kokoh, insyaallah kita mampu mengamalkan ajaran Islam secara utuh dalam kehidupan. 

Sebab hakikat keberadaan manusia di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah. Salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai agama ialah memuliakan sesama manusia. Bahkan, dalam banyak keadaan, penghormatan terhadap martabat manusia menjadi bukti nyata dari keberagamaan seseorang.

Ma'asyiral Muslimin hafizakumullah,
Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah menyampaikan sebuah ungkapan yang begitu indah:

النَّاسُ صِنْفَانِ: إِمَّا أَخٌ لَكَ فِي الدِّينِ، أَوْ نَظِيرٌ لَكَ فِي الْخَلْقِ

Artinya: "Manusia itu ada dua kelompok, jika dia bukan saudaramu dalam seagama, maka dia adalah saudaramu dalam kemanusiaan."

Ucapan ini menegaskan bahwa agama sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Justru agama hadir untuk menyempurnakan kemanusiaan.

Yang sering kali menjadi persoalan bukanlah agamanya, melainkan cara sebagian orang memahami dan menggunakan agama demi kepentingan pribadi, sehingga agama dijadikan alat pembenaran atas sikap yang tidak mencerminkan kasih sayang dan keadilan.

Jemaah sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Kita hidup di tengah masyarakat yang majemuk. Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda agama, suku, ras, budaya, bahkan latar belakang sosial. Islam mengajarkan agar setiap muslim menghadapi keberagaman itu dengan akhlak yang mulia serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Islam datang bukan hanya membawa rahmat bagi kaum muslimin semata, melainkan bagi seluruh alam semesta. Allah SWT berfirman:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ۝١٠٧

Artinya: “Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

Ayat ini mengingatkan bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengajarkan bagaimana membangun hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.

Jangan sampai kita begitu bersemangat memperbanyak ibadah kepada Allah, namun pada saat yang sama justru merusak hubungan dengan orang lain melalui kebencian, permusuhan, atau sikap merendahkan.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَا يَرْحَمِ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللهُ

Artinya: "Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa kasih sayang kepada sesama manusia merupakan jalan untuk meraih kasih sayang Allah SWT. Oleh sebab itu, jangan pernah merendahkan seseorang hanya karena perbedaan agama maupun keyakinan. Jangan pula menutup pintu kebaikan hanya karena adanya perbedaan tersebut.

Allah SWT sendiri telah menegaskan:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ

Artinya: "Tidak ada paksaan dalam agama." (QS. Al-Baqarah: 256)

Ma'asyiral Muslimin hafizakumullah
Islam adalah agama yang dibangun di atas akhlak yang luhur, kasih sayang, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Di tengah kehidupan yang penuh perbedaan dan berbagai konflik, setiap muslim hendaknya menjadi pembawa kedamaian, bukan penyebar kebencian.

Apabila seseorang bukan saudara kita dalam akidah, maka ia tetap saudara kita sebagai sesama manusia. Karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk saling menghormati, saling membantu, menebarkan kasih sayang, serta memberikan pertolongan tanpa membeda-bedakan latar belakang seseorang.

Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Jumat Wage 26 Juni 2026: Hindari Gelar Pernikahan Hari Ini

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلاَ إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلاَ لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلاَلِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلاَ لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلاَ أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلاَّ بِالتَّقْوَى. رواه أحمد والبيهقي

Artinya: "Wahai manusia, ketahuilah bahwa Tuhan kalian satu dan nenek moyang kalian juga satu. Tidak ada keutamaan orang Arab atas selain Arab, tidak pula selain Arab atas orang Arab. Tidak ada kelebihan orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, maupun orang berkulit hitam atas orang berkulit merah, kecuali karena ketakwaannya." (HR. Ahmad dan al-Baihaqi)

Jemaah sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Datangnya bulan Muharram hendaknya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang mulai memudar akibat derasnya arus modernisasi. Kita menyaksikan kehidupan yang semakin dipenuhi sikap individualistis, materialistis, bahkan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Muharram mengajak kita kembali kepada fitrah sebagai manusia, yaitu memuliakan sesama tanpa membedakan suku, ras, status sosial, maupun agama. Bulan ini menjadi pengingat agar kita semakin ringan menolong orang yang lemah, memperbanyak kepedulian, menebarkan kasih sayang, serta menjauhi permusuhan dan kebencian.

Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri, sejauh mana kita telah menghormati dan memuliakan sesama manusia, baik melalui sikap, tindakan, maupun sistem sosial yang kita bangun dalam kehidupan bermasyarakat.

Ma'asyiral Muslimin hafizakumullah,
Rasulullah SAW telah memberikan teladan agar kepedulian sosial terus diperkuat melalui berbagai bentuk berbagi kepada sesama, termasuk menyantuni mereka yang membutuhkan. Selain itu, pada bulan Muharram Islam juga melarang terjadinya peperangan dan segala bentuk pertumpahan darah.

Dua ajaran ini menjadi pelajaran berharga bagi kita bahwa Islam menghendaki tumbuhnya rasa kemanusiaan, kepedulian, dan perdamaian. Oleh karena itu, marilah kita menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, bukan hanya pada bulan Muharram, tetapi juga sepanjang kehidupan kita.

Jemaah sidang Jumat rahimakumullah,
Sebagai penutup, marilah kita memanfaatkan kemuliaan bulan Muharram ini dengan memperbanyak amal saleh dan berbagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kemuliaan seorang muslim tidak hanya tampak dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari bagaimana ia menghormati, memuliakan, dan memberi manfaat kepada sesama manusia.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, meneguhkan hati kita dalam ketakwaan, serta menjadikan kita hamba-hamba yang membawa rahmat dan manfaat bagi lingkungan sekitar. Amin ya Rabbal 'alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
 اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةًوَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ


Topik

Agama Khutbah Jumat salat jumat Muharram Pesan Islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama