JATMTIMES - Gelaran Sapta Rona Pesona 2026 tidak hanya menjadi etalase produk unggulan daerah, tetapi juga terbukti mampu mendongkrak penjualan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam dua hari pelaksanaan, total omzet yang dibukukan sekitar Rp 156 juta, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival yang digelar di Malang Town Square (Matos) sejak Kamis (30/7/2026).
Analis Yunior Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah KPw Bank Indonesia Malang, Neni Rachmacandrani, mengatakan capaian tersebut masih berpotensi terus bertambah mengingat rangkaian kegiatan Sapta Rona Pesona masih berlangsung hingga Minggu (2/8/2026).
Baca Juga : Update Tarif Listrik PLN Agustus 2026, Cek Daftar Harga per kWh Terbaru
“Kalau omzet seluruh tenant di hari pertama sekitar Rp 64 juta. Kemudian pada hari kedua meningkat menjadi sekitar Rp 92 juta,” kata Neni.
Menurutnya, transaksi yang tercatat berasal dari pembayaran tunai maupun nontunai menggunakan QRIS. Peningkatan transaksi digital juga didorong dengan hadirnya inovasi QRIS Tap yang untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada pengunjung dan pelaku UMKM selama festival berlangsung.
“Itu terdiri dari transaksi tunai dan juga menggunakan QRIS. Kemarin kami juga sekaligus melakukan launching Mal Siap QRIS Tap, sehingga seluruh tenant didukung perbankan untuk mencoba sarana transaksi baru ini,” jelasnya.
Neni menjelaskan, terdapat sekitar 70 UMKM yang mengikuti Sapta Rona Pesona tahun ini. Para peserta berasal dari tujuh wilayah kerja KPw BI Malang dengan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner, fesyen, kriya hingga produk ekonomi kreatif lainnya.
Ia menilai peningkatan omzet pada hari kedua menunjukkan daya beli masyarakat yang terus tumbuh selama penyelenggaraan festival. Selain banyaknya agenda yang menarik pengunjung, perluasan area pameran juga menjadi faktor yang ikut mendongkrak penjualan para pelaku UMKM.
“Tahun ini jumlah pengunjung memang terasa lebih banyak. Salah satu penyebabnya karena ada penambahan area di rooftop yang khusus menghadirkan tenant kopi, sehingga pilihan bagi pengunjung semakin beragam,” ungkap Neni.
Baca Juga : Daftar Fenomena Langit Agustus 2026: Hujan Meteor Perseid hingga Gerhana Matahari Total, Catat Jadwalnya
Area rooftop yang diisi pelaku usaha kopi menjadi salah satu magnet baru dalam Sapta Rona Pesona 2026. Selain menghadirkan berbagai merek kopi lokal, pengunjung juga dapat mengikuti Manual Brew Competition, workshop latte art, hingga talkshow mengenai industri kopi dari hulu hingga hilir yang menjadi bagian dari rangkaian acara festival.
Tak hanya mendorong penjualan, festival ini juga menjadi sarana akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Seluruh tenant didorong memanfaatkan QRIS, termasuk teknologi QRIS Tap, yang memungkinkan transaksi dilakukan lebih cepat melalui perangkat yang mendukung fitur tap. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam memperluas ekosistem pembayaran digital sekaligus memperkuat daya saing UMKM.
Sapta Rona Pesona 2026 sendiri menghadirkan lebih dari sekadar bazar UMKM. Selama empat hari penyelenggaraan hingga Minggu (2/8/2026), pengunjung disuguhkan berbagai kompetisi, edukasi ekonomi syariah, workshop, festival kopi, hingga hiburan yang menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia Malang memperkuat ekosistem UMKM, ekonomi kreatif, digitalisasi, dan keuangan inklusif di tujuh wilayah kerjanya.
