Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Mahasiswa KKN UB Kediri Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Penulis : Bambang Setioko - Editor : Dede Nana

04 - Aug - 2026, 10:02

Placeholder
Mahasiswa KKN Kelompok 02 PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri mengembangkan pestisida nabati berbahan limbah kulit kopi yang diberi nama PESTAKU KOPI (Pestisida Nabati Kulit Kopi). Foto: (Istimewa)

JATIMTIMES – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri mengembangkan pestisida nabati berbahan limbah kulit kopi yang diberi nama PESTAKU KOPI (Pestisida Nabati Kulit Kopi). Program ini dijalankan di Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, yang memiliki potensi perkebunan kopi cukup besar namun selama ini limbah kulit kopinya belum dimanfaatkan secara optimal.

Inovasi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah limbah kopi sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dibanding pestisida kimia.

Baca Juga : Dosen Unitri Kembangkan Ecocoffee Briquette, Ubah Limbah Kulit Kopi Menjadi Energi Terbarukan Bernilai Ekonomi

Penanggung jawab program Chelsea Dea Kartika menjelaskan, mahasiswa memperkenalkan proses pembuatan pestisida nabati mulai dari persiapan bahan, ekstraksi, hingga teknik pengaplikasian pada tanaman — semuanya menggunakan bahan yang tersedia di sekitar lingkungan.

"Melalui program PESTAKU KOPI, kami ingin menunjukkan bahwa limbah kulit kopi tidak harus menjadi limbah yang tidak dimanfaatkan, tetapi dapat diolah menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif pengendalian hama sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan limbah secara berkelanjutan," ujarnya, Minggu (2/8/2026).

Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Septian Maulana Purnama, SP., MP., MBA mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

"Program ini menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi inovasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Saya berharap pendampingan yang dilakukan mampu mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan limbah kopi menjadi produk yang bernilai serta mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan," ungkapnya.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Selasa Pon 4 Agustus 2026: Hindari Kegiatan di Air 

Salah satu peserta pelatihan, Muhammad Ridwan, mengaku mendapat wawasan baru dari program ini. "Kami baru mengetahui bahwa kulit kopi ternyata dapat diolah menjadi pestisida nabati. Semoga ilmu yang diberikan dapat terus kami praktikkan sehingga limbah kopi bisa dimanfaatkan dan membantu mengurangi penggunaan pestisida kimia," tuturnya.

Program PESTAKU KOPI juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 2 (Tanpa Kelaparan).


Topik

Pendidikan kkn kkn ub kediri pestaku kopi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Bambang Setioko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan