Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Ketua MUI Jatim Ajak Semua Elemen Peduli Kawasan Pantai dan Laut

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Dede Nana

23 - Aug - 2026, 14:09

Placeholder
Ketua MUI Jatim, Prof Abdul Halim Soebahar saat mengikuti rangkaian acara Kerja bersama untuk negeri di Pantai Cemara Banyuwangi (foto;Nurhadi Banyuwangi yang bagus)

JATIMTIMES —Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar, M.A., menyambut baik sinergi MUI dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) dalam gerakan pelestarian lingkungan  seperti yang dilaksanakan di Pantai Cemara Banyuwangi, Minggu (23/8/2026).

Menurut Prof Halim, program penanaman mangrove merupakan bentuk amalan menanam kebaikan yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.

Baca Juga : Soroti Jalan Rusak di Madura dan Tapal Kuda, PPP-PSI Minta Alokasi P-APBD 2026 Merata

“Kami sangat merasakan soliditas dan semangat silaturahim warga LDII. Karena itu, jangan pernah lelah untuk menjalin silaturahim dan menebar kebaikan,” ujarnya.

Prof. Halim menegaskan, kerusakan alam merupakan salah satu dampak dari ulah manusia. Karena itu, menjaga dan memulihkan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama agar alam tidak berubah menjadi sumber bencana bagi kehidupan.

“Bagaimana kita menanam, tetapi tanaman itu bukan hanya untuk kita. Kita menanam untuk semua, untuk bangsa ini, dan untuk generasi yang akan datang,” tuturnya.

Tokoh asal Kabupaten Jember tersebut  mengapresiasi konsistensi dan soliditas warga LDII yang dinilainya telah banyak berkontribusi bagi masyarakat bangsa dan negara. Menurutnya, kolaborasi antara LDII, MUI, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat.“Jangan pernah menunda kebaikan dan jangan merasa lelah untuk selalu berbuat baik. Bisa jadi, dari kebaikan yang kecil inilah menjadi bekal yang paling dahsyat ketika kita menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pungkasnya.

 Ketua DPW LDII Jatim KH Moch. Amrodji Konawi mengajak masyarakat memperkuat gerakan penanaman dan pelestarian mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Kegiatan yang digelar DPD LDII Kabupaten Banyuwangi bersama DPW LDII Jawa Timur dan MUI  tersebut menanam 1.000 bibit mangrove, melepasliarkan 50 tukik,  melakukan bersih-bersih pantai  melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur masyarakat serta mengadakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.

KH. Amrodji mengatakan, aksi tersebut merupakan bagian dari program tahunan LDII bertajuk “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” yang dilaksanakan setiap Agustus. Tahun ini, gerakan tersebut difokuskan di Banyuwangi melalui aksi pelestarian pesisir sekaligus mendukung program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, “Nandur Mangrove”.

“Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ruum ayat 41 tentang kerusakan di darat dan laut akibat ulah manusia. Karena itu, menjaga dan memperbaiki lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Menurut Amrodji, mangrove merupakan benteng alami kawasan pesisir yang berperan mengurangi abrasi, meredam gelombang, menjadi habitat berbagai biota, serta menyerap dan menyimpan karbon.

“Menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi investasi ekologis untuk menjaga garis pantai, melindungi keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan masyarakat pesisir,” katanya.

Ia menambahkan, kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon juga memiliki nilai strategis dalam upaya menghadapi perubahan iklim, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi lingkungan melalui perdagangan karbon (carbon trading).

KH. Amrodji mendorong warga LDII terus memberikan kontribusi melalui delapan klaster kontribusi untuk bangsa, khususnya di bidang ketahanan pangan dan lingkungan. Ia menegaskan, gerakan penghijauan tidak boleh berhenti pada penanaman, tetapi harus dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan.

Baca Juga : Diikuti Peserta Lintas Agama, Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Teguhkan Ukhuwah dan Toleransi di Jember Terjaga

“Tidak cukup hanya menanam. Mangrove harus dirawat dan dijaga agar tumbuh serta memberikan manfaat dalam jangka panjang. Ini bentuk nyata ikhtiar kita menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Suratno, mendukung aksi bersih-bersih pantai, penanaman mangrove dan pelepasan tukik tersebut.

Menurut Suratno, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mengurangi risiko abrasi.

“Terima kasih LDII. Melestarikan mangrove dan penyu hari ini berarti menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir dan memastikan generasi mendatang tetap menikmati kekayaan alam Indonesia,” katanya.

Suratno menilai kolaborasi lintas sektor melalui semangat tandang bareng menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga keagamaan, dan masyarakat luas.

Dia  berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar mangrove yang ditanam dapat tumbuh serta memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi Ir. Heri Sujatmiko, mengaku bersyukur kegiatan pelestarian lingkungan tersebut berjalan lancar. Ia mengatakan, penanaman mangrove dan pelepasan tukik merupakan bagian dari komitmen LDII untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Banyuwangi.
“Pelepasan tukik ini diharapkan dapat membantu meningkatkan populasi penyu yang semakin terancam,” ujarnya.

Tokoh asal Kecamatan Bangorejo  tersebut  menegaskan, pelestarian mangrove dan penyu perlu dilakukan secara berkelanjutan karena keduanya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut.

Kegiatan tersebut dihadiri antara lain; Ketua Umum MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH Abd. Halim Soebahar, M.A.,Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch. Amrodji Konawi, Pengurus Harian DPW LDII Jawa Timur, 
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Suratno,  serta  Sekretaris MUI Banyuwangi Barur Rohim yang akrab disapa Ayung.

Hadir pula unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kelautan, MUI, PCNU, PD Muhammadiyah, PC Al-Irsyad Al-Islamiyyah Banyuwangi, PC LDII  Banyuwangi, Senkom Mitra Polri, Persinas Asad, Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI), pegiat media sosial, pengasuh dan santri PPPM Nurul Huda, perwakilan Muspika Banyuwangi,  serta berbagai elemen masyarakat.


Topik

Olahraga mui jatim pantai cemara banyuwangi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sumenep Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Dede Nana